Showing posts with label UN SMP. Show all posts
Showing posts with label UN SMP. Show all posts

Monday, September 26, 2011

Download Soal Matematika UN SMP

Soal-soal matematika Ujian Nasional SMP (UN SMP) sangat diperlukan oleh para guru pembimbing dan siswa calon peserta UN SMP dikarenakan soal mata pelajaran ini sering dipandang sulit sehingga bisa membuat para siswa psimis dalam memperoleh hasil Ujian Nasional SMP. Dari tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMP, matematika perlu dipelajari dan dipersiapkan sebaik mungkin sehingga semua kendala atau kesulitan siswa bisa diatasi. Situs Ujian Nasional ini berkomitmen menyediakan kumpulan Soal Matematika UN SMP yang bisa didownload oleh para pengunjung. Saran kami sebenarnya janganlah terlalu berlebihan memandang kesulitan mata pelajaran yang banyak mengandung rumus ini karena tiga pelajaran lainnya, yaitu IPA, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia pun perlu dikuasai dengan baik oleh para calon peserta Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama apabila ingin lulus ujian nasional.

Download Soal Matematika UN SMP



Read More...

Tuesday, September 20, 2011

Solusi Tak Lulus UN SMP

Apa sich Solusinya jika Tak Lulus UN SMP? Ya terang aja jawabnya ada dua : pertama ikut lagi tahun depan, repot juga ya :). Kedua ikut ujian nasional program Paket B setara SMP, itu solusi terbaiknya. Ujian paket-B merupakan ujian kesetaraan untuk SMP, yang jadwalnya daiadakan setelah UN Reguler dan biasanya dalam satu tahun digelar 2 (dua) kali atau dua periode, yakni Periode bulan Juli dan November untuk setiap tahunnya.



Animo warga untuk mengikuti ujian paket terutama paket B dari tahun ke tahun semakin meningkat, karena ada keinginan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Sebaiknya masyarakat agar tidak memandang remeh ujian kesetaraan, karena tingkat kesulitannya sama dengan ujian nasional pendidikan formal, bahkan ada peserta yang beberapa kali mengulang ujian paket.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berminat mengikuti ujian kesetaraan, menunjukkan tingkat kepedulian terhadap pentingnya jenjang pendidikan terus bertambah, sehingga diharapkan program tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dengan ujian kesetaraan ini sudah banyak merasa terbantu setelah mengikuti dan lulus ujian kesetaraan tersebut, selain itu, banyak juga peserta yang lulus bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Read More...

UN Tanpa Pengawas Ala SMPN 5

Saat ini nilai kejujuran dalam dunia pendidikan Indonesia sedang mendapat sorotan publik. Terkuaknya aksi sontek massal dalam ujian nasional sekolah dasar (UN SD) di Surabaya dan Jakarta, menjadi cermin terdegradasi nilai kejujuran. Apalagi, kuat dugaan aksi itu dikoordinasi para guru yang seharusnya menjadi contoh bagi anak didiknya.

Di tengah kemirisan hati melihat kasus tersebut, ada oase di Banjarmasin, Kalsel. Siswa SMPN 5 Banjarmasin diajari bersikap jujur melalui tindakan nyata. Di sekolah itu dilakukan ujian (ulangan umum) tanpa pengawas.

Guru yang menjadi pengawas hanya membagikan soal. Setelah itu mereka keluar kelas. Dan, sepuluh menit menjelang waktu ujian selesai, mereka kembali masuk untuk mengumpulkan lembaran soal dan jawaban.

"Pengawas hanya masuk ketika membagikan soal dan lembar jawaban soal. Menanyakan apa ada soal yang buram atau rusak.
Baru masuk ruang lagi pada sepuluh menit menjelang uijian usai," kata Wakil Kepala SMPN 5, Hasna, Jumat (17/6/2011).

Bagaimana hasil ujian itu? Beragam. Nilai yang diperoleh siswa, berbeda-beda. Kondisi itu sesuai harapan para guru. Pasalnya, jika jawaban siswa banyak yang sama, maka bisa diindikasikan terjadi ketidakjujuran.

Menurut Hasna, sebelum melakukan tes kejujuran melalui ujian tanpa pengawas, mereka menanamkan nilai itu melalui kantin kejujuran. "Alhamdulillah, sudah dua tahun ini kantin itu masih bisa bertahan. Tidak semua jujur, namun kita terus bina tahap per tahap, sambil diberi pengetahuan tentang kejujuran," katanya.

Selain itu, nilai kejujuran juga ditanamkan melalui pendidikan agama. "Di sela penyampaian materi pelajaran, para guru tidak sungkan menekankan pentingnya nilai kejujuran. Juga melalui pendidikan agama dengan mencontohkan sikap jujur Rasulullah," ujar Hasna.

Seorang siswa, Saadah mengatakan ujian umum tanpa pengawas, bisa membuatnya lebih tenang dan konsentrasi ketika mengerjakan soal.

Tidak ingin mencontek? Mendengar itu, Saadah hanya tersenyum. "Yang pasti bisa lebih konsentrasi. Mengerjakan soal juga lebih lancar," katanya.

Sedangkan Kepala SMPN 5, HM Azhari mengatakan gebrakan menanamkan kejujuran itu merupakan bentuk nyara motto UN: Prestasi yes, kejujuran harus. "Kejujuran itu harus dilatih. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?" tegasnya.
Read More...