Showing posts with label Universitas Negeri. Show all posts
Showing posts with label Universitas Negeri. Show all posts

Sunday, August 7, 2011

Universitas Musamus (Unimmer)


Pada tanggal 16 Agustus 2006, Menteri Pendidikan Nasional melalui DIKTI di Jakarta mengeluarkan Izin Penyelenggaraan dengan SK No. 160/D/O/2006 untuk 10 program studi baru jenjang S1, yakni: Arsitektur, Sistem Informasi, Administrasi Negara, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Pertanian, Teknik Pertanian, Perikanan, dan Peternakan SEKALIGUS perubahan bentuk STT Merauke menjadi Universitas Musamus Merauke dengan program studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika yang sudah berjalan.



Presiden Resmikan Universitas Musamus Merauke


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan lima perguruan tinggi negeri wilayah

perbatasan RI dengan negara tetangga dari Gedung Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen) di Abepura, Jayapura, Papua, Senin.

Lima Perguruan Tinggi Negeri yang diresmikan Presiden Yudhoyono dari Jayapura itu adalah Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Bangka Belitung, Politeknik Babel dan Politeknik Batam, di mana semua pimpinan perguruan tinggi itu ikut hadir di Uncen dan menyaksikannya.

Peresmian kelima perguruan tinggi itu dilakukan usai memberikan kuliah umum bagi mahasiswa sekaligus membuka pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Nusantara ditempat itu.

Peresmian lima perguruan Tinggi Negeri yang baru itu ditandai dengan penandatanganan secara langsung oleh Presiden Yudhoyono di lima prasasti yang disaksikan seluruh rombongan dan undangan serta para pimpinan BEM se-Nusantara yang hadir.

Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan, peresmian lima buah Perguruan tinggi Negeri yang baru ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan yang menjadi salah satu faktor utama kemajuan bangsa.

"Sekaligus akan menjadi sarana peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat didaerah perbatasan yang menjadi lokasi Perguruan Tinggi itu sendiri," ujarnya.

Presiden menjelaskan, pendidikan adalah modal dasar dari kemajuan dan perkembangan suatu bangsa kearah yang lebih baik. Dia mencontohkan Korea Selatan yang pada lima tahun lalu masih tergolong sebagai negara berkembang, tetapi saat ini sudah berstatus sebagai negara maju.

"Itu semua karena kemajuan pendidikan di sana. Berhasil menciptakan SDM berkualitas dan andal serta mampu bersaing dan membangun negaranya," kata Presiden.

Menteri Pendidikan Nasional, Mochammad Nuh, mengatakan bahwa semua perguruan tinggi yang baru diresmikan itu, harus mengingat kalau Uncen yang menjadi tempat peresmiannya, sehingga kedepannya harus selalu ada saling koordinasi dan kerja sama antar perguruan tinggi dimaksud.

Turut mendampingi presiden dalam kuliah umum itu, antara lain Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkeu Agus Martowardojo, Mentan Suswono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas Muhamad Nuh, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Agus Suhartono dan Kapolri Timur Pradopo.
Read More...

Universitas Negeri Papua (UNIPA)

Unipa atau Universitas Negeri Papua, adalah perguruan tinggi negeri di Kota Manokwari, Indonesia, yang berdiri pada 3 November 2000. Rektor pada tahun 2006 adalah Prof. Dr. Ir. Frans Wanggai. Universitas Negeri Papua (UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-2012).


Sejarah perkembangan Universitas Negeri Papua (UNIPA) dimulai pada tanggal 10 November 1962. Pada tanggal tersebut, Pemerintah Indonesia mendirikan Universitas Cenderawasih (UNCEN) di Kota Baru (Jayapura sekarang), berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 389 tanggal 31 Desember 1962 dan Keputusan Bersama WANPA/Koordinator Urusan Irian Barat dan Menteri PTIP Nomor 140/PTIP/1962 tanggal 10 Nopember 1962. Pada masa itu Irian Barat secara administratif masih berada di bawah Pemerintahan United Nations for Temporary Authority (UNTEA). Dengan demikian Universitas Cenderawasih merupakan satu-satunya lembaga Pemerintah Republik Indonesia yang pertama berdiri di Irian Barat, di samping Perwakilan Republik Indonesia.

Pada saat didirikan, UNCEN terdiri dari empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Ketatanegaraan dan Ketataniagaan, Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan. Dalam perjalanannya kedua fakultas yang terkahir digabungkan menjadi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (FPPK UNCEN), berdasarkan Keputusan Menteri PTIP Nomor 77/PTIP/1964, tanggal 17 Juli 1964. Kuliah perdananya dimulai pada tanggal 5 Oktober 1964.

FPPK UNCEN berkedudukan di Manokwari dengan dasar pertimbangan bahwa Manokwari merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan pertanian di samping telah ada Lembaga Penelitian dan Pendidikan Pertanian Manokwari (LP3M). LP3M didirikan pada tahun 1961 oleh Pemerintah Belanda dengan nama Agrarische Proefstation Manokwari (APM), sebagai suatu lembaga penelitian pertanian di kawasan Pasifik. Berdasarkan Keputusan Gubernur Irian Jaya Nomor 60/GIJ/1978, tanggal 21 April 1978, LP3M diserahkan pengelolaannya kepada Universitas Cenderawasih dan diubah namanya menjadi Lembaga Penelitian Pertanian Universitas Cenderawasih (LPP UNCEN).

Pada awal pendiriannya FPPK UNCEN telah menyelenggarakan program pendidikan sarjana (6 tahun), pada jurusan Pertanian, Peternakan dan Jurusan Kehutanan. Namun dengan diberlakukannya ketentuan pengelompokan universitas menjadi universitas pembina, madya dan muda, maka sejak tahun 1964 sampai tahun 1978, FPPK UNCEN menyelenggarakan pendidikan sarjana muda pada jurusan Pertanian dan Kehutanan. Program pendidikan sarjana muda pada jurusan Peternakan tidak menerima mahasiswa baru pada tahun 1972 karena kekurangan staf pengajar dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 1978. Program pendidikan sarjana (6 tahun) mulai diselenggarakan pada tahun 1978 untuk jurusan Pertanian dan Kehutanan.

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1980, maka berdasarkan Surat Keputusan Rektor UNCEN Nomor 071/a/RUC/82, tanggal 18 Juli 1982, seluruh aset LPP UNCEN diserahterimakan ke FPPK UNCEN. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74 Tahun 1982, tanggal 7 September 1982, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan berubah nama menjadi Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih (FAPERTA UNCEN).

Pada tahun yang sama (1982), FAPERTA UNCEN mulai menyelenggarakan program pendidikan Sarjana 4 tahun (S1) pada Jurusan Pertanian, Peternakan dan Kehutanan. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 101/DIKTI/KEP/1984, tanggal 21 Agustus 1984, FAPERTA UNCEN mengelola dua jurusan yaitu Jurusan Budidaya Pertanian dan Jurusan Kehutanan. Jurusan Budidaya Pertanian mengelola tiga program studi, yaitu Program Studi Agronomi, Sosial Ekonomi Pertanian dan Produksi Ternak, sedangkan Jurusan Kehutanan mengelola satu program studi, yaitu Program Studi Budidaya Hutan.
Penyelenggaraan program pendidikan profesional mulai dirintis, dengan dibukanya Program D 3 Perkebunan pada tahun 1999, Program Studi Diploma 3 Kehutanan pada tahun 2002 dan Diploma 3 Kesehatan Hewan pada tahun 2002.

Persiapan menuju perguruan tinggi mandiri, dilakukan dengan penyusunan beberapa dokumen antara lain Rencana Pengembangan FAPERTA UNCEN 1991-2004, Master Plan FAPERTA UNCEN 1993-2002 dan Master Plan UNIPA 2003-2010, Rencana Strategis FAPERTA UNCEN Tahun 1996-2004 dan dokumen pendirian UNIPA (1999-2000) serta naskah akademik UNIPA tahun 2000.

Beberapa tonggak sejarah penting dalam proses pendirian UNIPA, adalah (1) diterbitkannya Surat Keputusan Dekan FAPERTA UNCEN Nomor SP-36/J20.1.23/OT/1999, tentang Pengembangan FAPERTA UNCEN menjadi Universitas pada tanggal 11 November 1999, yang kemudiaan dilengkapi dengan Surat Keputusan Dekan Nomor SP-001/J20.1.23/OT/2000, tanggal 20 Januari 2000; (2) Lokakarya Usulan Pendirian Universitas Papua, tanggal 18 sampai20 Januari 2000; (3) Presentasi Usulan Pendirian UNIPA di depan Sidang Istimewa DPRD Kabupaten Manokwari, tanggal 11 Maret 2000; (4) Presentasi Usulan Pendirian UNIPA di depan Senat Univesitas Cenderawasih, dilanjutkan Rapat Senat UNCEN dalam rangka pembahasan usulan pendirian FAPERTA UNCEN menjadi universitas, tanggal 28 April 2000; (5) Penerbitan Surat Keputusan Senat UNCEN Nomor 1985/J20/KP/2000, tanggal 29 April 2000, tentang persetujuan pemekaran FAPERTA UNCEN menjadi universitas; (6) Surat Rektor UNCEN ke Wakil Presiden RI, Nomor 442/J20.1.23/OT/2000, tanggal 14 Juni 2000, tentang usul pendirian Universitas Papua; (7) Rekomendasi dan Dukungan Gubernur Irian Jaya Nomor 42.4/2305/SET/2000 , tanggal 15 Juli 2000, tentang pendirian Universitas Papua; (8) Penerbitan Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 153 Tahun 2000, tanggal 3 November 2000, tentang Pendirian Universitas Negeri Papua; dan (10) Penyerahan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 2000 tentang pendirian Universitas Negeri Papua dari Dirjen Dikti kepada Dekan FAPERTA UNCEN di Kupang, tanggal 8 November 2000, (9) Persentase tentang pendirian Universitas Negeri Papua di depan Panel Dewan Adat Papua (PDP) tanggal 29 Desember 2000.

Pengembangan UNIPA melalui tahapan (1) penataan kelembagaan dan organisasi (2000-2003), (2) penataan program studi dan jurusan (2001-2004), (3) pemantapan kelembagaan dan program studi (2005), (4) pembangunan sarana fisik (2006); (5) pemantapan rencana pembangunan sarana fisik (2007-2010); (6) kemandirian UNIPA (2012).
Pengembangan UNIPA diawali dengan pembentukan dan penetapan keanggotaan Senat Universitas. Senat Universitas selanjutnya melakukan pengkajian dan penyusunan peraturan-peraturan dasar Universitas, yaitu penetapan Organisasi dan Tata Kerja serta Statuta pada tanggal 27 April 2001, pengajuan usul pembukaan fakultas, jurusan dan program studi pada tanggal 1 Mei 2001, penetapan logo UNIPA pada tanggal 15 Juli 2001.

Peresmian UNIPA dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 28 Juli 2001.
Pada tanggal 15 Mei 2002, diterbitkannya Kepmendiknas Nomor 111/O/2002, tentang Organisasi dan Tata Kerja UNIPA. Berdasarkan OTK tersebut selanjutnya dilaksanakan persiapan pembentukan kelembagaan di tingkat fakultas. Peresmian fakultas dan pelantikan para dekan dilakukan pada tanggal 27 Nopember 2002. Ijin pembukaan jurusan dan program studi dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2001.

Mandat Unipa

Pola Ilmiah Pokok yang dianut UNIPA adalah “Ilmu Pertanian dan Konservasi Sumberdaya Alam“ dengan motto “Ilmu Untuk Kemanusiaan”.

Pola ilmiah pokok dan motto UNIPA tersebut mencerminkan komitmen UNIPA untuk menyelenggarakan program pendidikan berbasis pertanian dan sumberdaya alam yang tidak saja memperhatikan mutu, produktivitas, stabilitas dan kemerataan tetapi juga keberlanjutan.

Komitmen tersebut akan menjiwai keseluruhan tahapan pengembangan UNIPA ke depan. UNIPA meyakini bahwa masalah utama yang dihadapi manusia adalah kemiskinan, kelaparan dan keterbelakangan yang merupakan hubungan sebab akibat yang bersimpul pada ketidaktahuan. Tugas UNIPA ke depan adalah membuka simpul dan meningkatkan kualitas hubungan sebab akibat ke arah kecukupan hidup dalam ujud kesejahteraan yang berpangkal pada tindakan-tindakan usaha berpengetahuan. Inilah mandat yang diemban oleh UNIPA untuk periode pengembangan 10 tahun ke depan. Mandat ini akan dijabarkan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dalam kompetensi ilmu yang relevan dengan tuntutan masyarakat dan mampu menjawab tantangan lingkungan dan globalisasi. Hal ini membawa konsekwensi logis bagi UNIPA untuk melandaskan dan menyelaraskan seluruh kebijakan pengelolaan kelembagaan dan akademiknya kepada kebijakan pembangunan nasional pada umumnya dan kebijakan pendidikan nasional pada khususnya serta kebijakan spesifik pembangunan daerah Papua.

Beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan penjabaran mandat ke dalam kebijakan pengembangan UNIPA kurun waktu 10 tahun ke depan adalah:
Undang-Undang Dasar 1945;1.
Undang – Undang RI Nomor: 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional;2.
Undang-Undang RI Nomor: 32 Tahun 2004, tentang Pemeritahan Daerah;3.
Undang-Undang RI Nomor: 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara 4. Pusat dan Daerah;
Undang-Undang RI Nomor: 21 Tahun 2001, tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi 5. Papua;
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen,6.
Peraturan Pemerintah RI Nomor: 60 Tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi;7.
Peraturan Pemerintah Nomor: 61 Tahun 1999, tentang Penetapan Perguruan Tinggi 8. Sebagai Badan Hukum.
Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.9.
Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang IV (10. High Education Long Terms Strategy, HELTS 2003-2010).
Mandat tersebut akan menjadi dasar legitimasi dalam penetapan Visi dan Misi yang diemban UNIPA pada kurun waktu pengembangan 10 tahun ke depan.

Visi dan Misi Unipa
UNIPA dalam tahapan pengembangan hingga tahun 2012 mengemban visi:
“Menjadikan UNIPA sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi yang bermutu dan kompetitif”

Mengacu pada Visi tersebut, maka Misi yang diemban UNIPA adalah sebagai berikut :

* Menyelenggarakan program pendidikan tinggi jalur akademik dan profesional dengan prinsip manajemen mutu terpadu.
* Menghasilkan tenaga pemikir dan peneliti yang handal dan mampu memutakhirkan IPTEKS.
* Menjadikan UNIPA sebagai pusat kepakaran dalam memberi layanan pemikiran strategis untuk pembangunan daerah Papua.
* Mengembangkan kelembagaan dan manajemen yang berorientasi pada produktivitas, kualitas, efisiensi, relevansi dan profesional.
* Menciptakan paket teknologi tepat guna berbasis potensi sumberdaya lokal dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua.
Read More...

Universitas Khairun (UNKHAIR)

Universitas Khairun (selanjutnya disingkat UNKHAIR) didirikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Utara bersama tokoh masyarakat pada tahun 1964 melalui pendirian Yayasan Pembina Pendidikan Khairun tahun 1964 tanggal 15 Agustus 1964 dan terdaftar sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 100/B/SWT/1965 tanggal 15 Februari 1965.

Pendirinya adalah: M.S. Djahir (Bupati Maluku Utara), Baharudin Lopa (Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Utara), Adnan Amal (Hakim Pengadilan Negeri Ternate), Mursaha (Kepala Kepolisian Resort Maluku Utara), Jasin Muhammad (dosen IKIP Manado), A.K. Safar (Kepala SMA Negeri Ternate), A. S. A. Latif (Kepala SGA Negeri Ternate), Idrus Hasan (mahasiswa IKIP Manado), Ibrahim Abbas (mahasiswa IKIP Manado), Said Ammary (Kepala Dana Kopra Maluku dan Irian Barat [DAKOMIB]), Jasin Bopeng (KPS Ternate), Karel Tan (Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara), dan Muhammad Nasir (Pegawai Bagian Umum Kantor Bupati Maluku Utara).

Pimpinan UNKHAIR setelah didirikan adalah dalam bentuk Presidium yang diketaui oleh Bupati Maluku Utara, M.S. Djahir. Rektor kedua adalah A. S.A. Latif, BA (1977-1981), Rektor ketiga dr. Saleh Sahib (1981-1984), Rektor keempat Drs. H.M. Jusuf Abdulrahman (1984-1998), dan Rektor kelima adalah Drs. Rivai Umar, M.Si. (1998-2004) dan 2005-2009.
Di bawah kepemimpinan Rektor periode 1984-1998, Drs. H.M. Jusuf Abdulrahman dan kemudian dilanjutkan dengan Rektor periode 1998-2003 Drs. Rivai Umar, M.Si., UNKHAIR diperjuangkan untuk dialihstatuskan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejalan dengan pembentukan Provinsi Maluku Utara; dan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 18 Tahun 2004 tanggal 17 Maret 2004, UNKHAIR berubah status menjadi PTN.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 126/O/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Khairun, UNKHAIR membina 2 Biro [Biro Administrasi Umum dan Keuangan; dan Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi], 1 Lembaga [Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat], 4 UPT [UPT Perpustakaan, UPT Komputer, UPT PPL, UPT Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian], dan 7 Fakultas, masingmasing Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Sastra dan Budaya, dan Fakultas Teknik. Di dalam tujuh Fakultas itu, terdapat 25 Program Studi, yaitu Program Studi Ilmu Hukum, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan, Program Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Agronomi, Ilmu Tanah, Teknologi Pertanian, Produksi Ternak, Manajemen Sumber Daya Perairan, Ilmu Kelautan, Budi Daya Perairan, Pengelolaan Sumber Daya Perikanan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Ilmu Sejarah.
Sejak tahun 1984, UNKHAIR telah menunjukkan kemampuannya berkembang, terbukti dalam beberapa hal. Pertama, UNKHAIR mampu mendirikan kampus milik sendiri, menambah penambahan ruang belajar, menyediakan sarana belajar seperti laboratorium dasar dan pengembangan, laboratorium komputer, dan mendirikan Pusat-pusat Studi dengan berbagai kegiatan penelitiannya. Kedua, sejak tahun 1988 sampai 2006, UNKHAIR secara berkelanjutan mengirimkan dosen ke studi S2 dan S3. Sampai tahun 2007, dari 412 orang dosen yang dimiliki, 286 orang bergelar Sarjana (70,4%), 112 orang bergelar Magister (27,6%), 8 orang bergelar Doktor (1,9%), dan 1 orang Guru Besar. Di dalam jumlah 412 dosen itu, 99 orang sedang studi S2, dan 9 orang sedang studi S3, baik dalam maupun luar negeri. Sementara itu, tenaga kependidikan (teknisi, pustakawan, dan laboran) berjumlah 127 orang. Ketiga, dalam tiga tahun terakhir ini, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan, 20,6%. Keempat, sebagian besar dosen UNKHAIR berusia muda, sebab itu memiliki kesempatan yang cukup untuk dapat mengembangkan diri, terutama dalam peningkatan kemampuan mengajar dan meneliti. Di samping itu, dukungan pimpinan baik pada tingkat Universitas maupun Fakultas cukup berperan bagi pengembangan kelembagaan, pembelajaran, dan pengembangan sumber daya dosen.
Sampai tahun awal, tahun 2007, 17 dari 25 Program Studi telah terakreditasi, 3 berperingkat B dan 14 berperingkat C. Sementara itu, 8 Program Studi lainnya sedang dalam proses akreditasi. Pada tahun 2007 ini juga, berdasarkan Keputusan Perhimpunan Pusat Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Universitas Khairun telah ditetapkan sebagai Panitia Lokal Ternate SPMB dalam Regional III.


Visi, Misi, dan Tujuan

Visi

Unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, berbasis kepulauan dan kemajemukan.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan kehidupan bangsa serta memelihara integritas nasional.
2. Menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang cerdas, bermoral, beretika, profesional, kompetitif, dan memiliki kemampuan beradaptasi.
3. Menyelenggarakan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang relevan dengan pengembangan sumber daya kepulauan dan kemajemukan untuk memenuhi tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
4. Menyebarluaskan hasil penelitian melalui publikasi, kaji tindak, dan penerapan teknologi inovatif pada masyarakat, terutama dalam kerangka mengembangkan sumber daya kepulauan dan kemajemukan secara berkelanjutan.
5. Menyelenggarakan kegiatan universitas secara profesional dengan menjunjung tinggi moralitas dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tujuan

1. Meningkatkan kualitas proses pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang bermoral, memiliki kompetensi akademik, profesional, memiliki kemampuan kewirausahaan, dan adaptif.
2. Meningkatkan kemampuan akademik dan atau profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
3. Meningkatkan kinerja manajemen internal.
4. Meningkatkan daya tampung dan kesempatan belajar.
5. Meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan pengembangan sumber daya pesisir dan kepulauan secara berkelanjutan.

1.3 Motto
Dengan merujuk pada visinya, UNKHAIR menetapkan motto:

Maju Bersama dengan Ilmu

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Ketua : Prof. Dr. Rachmad Baro,S.H.,M.H.
Sekretaris : Ir. Lily Ishak, M.Si.
Alamat : Kampus Akehuda Jl. Bandara Babullah Ternate
Telepon : 0921-23368

LPPM mempunyai tugas mengkoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di pusat-pusat penelitian dan fakultas-fakultas serta ikut mengusahakan dan mengelola sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengabadian kepada masyarakat. Pada tahun 2005, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 20 judul yang dari 10 dosen yang berasal dari tujuh Fakultas. Agar hasil penelitian UNKHAIR dapat dilihat oleh masyarakat luas, LPPM menerapkan Research Information System Online.

Diharapkan UNKHAIR akan dapat lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam berbagai bidang.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kegiatan-kegiatan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung. Tahun 2005 kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh tenaga dosen muda melibatkan 10 dosen dengan judul kegiatan bersumber dari masing-masing dosen yang memilih (bebas), sedangkan sumber dana dari pemerintah melalui Universitas. Agar pengabdian kepada masyarakat dapat tercatat dan disosialisasikan dengan baik, maka perlu diciptakan suatu sistem yaitu Community Service Information System Online atau yang sesuai dengan kondisi Maluku Utara. LPPM terdiri dari dari lima pusat yakni:

1. Pusat Penelitian Wanita
2. Pusat Penelitian Lingkungan
3. Pusat Penelitian Kebaharian
4. Pusat Penelitian Pembangunan Daerah
5. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat
Read More...

Universitas Cenderawasih (UNCEN)

Universitas Cenderawasih (English: Cenderawasih University) is a university in Jayapura, in the province Papua, Indonesia. The university is the leading educational institution in the province.

The university has faculties in economics, law, teacher training and education, medical, engineering, and social and political science. Until 2002 the university had a faculty of agricultural sciences at Manokwari, which was then separated to form the Universitas Negeri Papua. The University area is divided on 2 different areas, mainly the “Kampus lama” (old kampus) which is in the Jayapura suburb of Abepura, and the “Kampus baru” (new campus) which is in the hillside of Waena walley.


Fakultas

* Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Kampus Abepura)
* Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Kampus Waena & Abepura)
* Fakultas Hukum (Kampus Waena & Abepura)
* Fakultas Ekonomi (Kampus Waena)
* Fakultas Matematika dan IPA (Kampus Waena)
* Fakultas Teknik (Kampus Waena)
* Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kampus Abepura)
* Fakultas Kedokteran (Kampus Abepura)

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)

Fakultas ini memiliki sejarah panjang. Diawali dengan terbentuknya Jurusan Ketatanegaraan dan Jurusan Ketataniagaan segera setelah berdirinya UNCEN pada 10 Nopember 1962, yang kemudian terintegrasi kedalam FHKK membawahi 3 Jurusan, yaitu :

* Hukum.
* Ketatanegaraan.
* Ketataniagaan.

Pada tahun 1980, FHKK diubah menjadi FIHES (Fakultas Ilmu-ilmu Hukum, Ekonomi, dan Sosial) ditandai dengan lahirnya Antropologi. Selanjutnya, FIHES dimekarkan menjadi 3 Fakultas berdasarkan Kepmendikbud Nomor: 0576/O/1983, yaitu :

* FISIP yang membina Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Program Studi Antropologi Sosial.
* Fakultas Hukum yang membina bagian Hukum.
* Fakultas ekonomi yang membina Program Studi Manajemen dan Studi Pembangunan.


Kurikulum

Dalam rangka menyelenggarakan Program Pendidikan akademik dan profesi, FISIP UNCEN mengembangkan Kurikulum Inti dan institusional berdasarkan Kepmendiknas No. 232/U/2000. Kurikulum institusional memuat mata kuliah muatan local dengan jumlah SKS antara 30-40% (S1) dan antara 40-60% (D3) yang ditetapkan setelah mempertimbangkan tuntutan pasar dan factor ekologis pembangunan di Tanah Papua. Komposisi Kurikulum terdiri dari kelompok : MPK (Pengembangan Kepribadian), MKK (Keilmuan dan Ketrampilan), MKB (Keahlian Berkarya), MPB (Perilaku Berkarya); dan MBB (Berkehidupan Bermasyarakat).
Read More...

Universitas Pattimura (UNPATTI)

Unpatti atau Universitas Pattimura adalah universitas negeri yang didirikan pada tanggal 23 April 1963 dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 66. Pattimura adalah nama pahlawan asal Maluku yang berjuang melawan penjajah. Universitas Pattimura terletak di bagian Utara kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku, yaitu di Kampus Poka kampus dengan luas 75 hektar ini merupakan kebanggaan rakyat Maluku dan telah menghasilkan lulusan dari berbagai bidang ilmu. Sampai saat ini terdapat 8 fakultas di Universitas Pattimura dan Program Pendidikan Kedokteran sebagai tuntutan masyarakat di daerah Maluku.


Sejarah

Sejarah berdirinya Universitas Pattimura bermula pada saat beberapa tokoh masyarakat mengambil prakarsa untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan Tinggi di Maluku yang dimulai oleh seorang tokoh pendidikan yaitu Dr. J. B. Sitanala (almarhum). Dr. J. B. Sitanala adalah seorang dokter, tokoh di Maluku yang berjasa dalam bidang kemasyarakatan pada urnumnya dan bidang pendidikan pada khususnya. Prakarsa diambil untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa dan Negara terutama dalam bidang Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu dibentuk suatu Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada tanggal 20 Juli 1955 yang diketuai oleh Bapak Cornelis Loppies. Pada tanggal 3 Oktober 1956 Yayasan tersebut berhasil mendirikan Fakultas Hukum, yang kemudian tanggal ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Pattimura. Selanjutnya berturut-turut didirikan Fakultas Sosial dan Politik pada tanggal 6 Oktober 1959, dan tanggal 10 September 1961 dibuka Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan.

Untuk menjadi sebuah Universitas Negeri, syaratnya harus ada sekurang-kurangnya dua Fakultas Eksakta. Itulah sebabnya maka pemerintah memutuskan membuka dua Fakultas Eksakta, masing-masing Fakultas Pertanian Kehutanan dan Fakultas Peternakan yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 1 September 1963. Dengan bertambahnya dua Fakultas Eksakta tersebut, maka pada tanggal 1 Agustus 1962 Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat diresmikan menjadi Universitas Negeri dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 99 tahun 1962 tanggal 8 Agustus 1962 yang meliputi lima Fakultas yakni:

1. Fakultas Hukum
2. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
3. Fakultas Sosial Politik
4. Fakultas Pertanian Kehutanan
5. Fakultas Peternakan

Kemudian dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 66 Tahun 1963, tanggal 23 April 1963 mengesahkan pendirian Universitas di Ambon dan diberi nama Universitas Pattimura. Universitas tersebut dipimpin oleh presidium yang terdiri dari:

* Soemitro Hamidjoyo, S.H. (Ketua)
* Kolonel Boesiri (Anggota)
* Drs. Soehardjo (Anggota)
* Dr. M. Haulussy (Anggota)

Selanjutnya pada tanggal 15 September 1965 dibuka Fakultas Ekonomi dan pada tanggal 16 April 1970 dibuka Fakultas Teknik yang memanfaatkan bangunan-bangunan eks proyek Fakultas Teknologi Ambon (FTA). Pada bulan Agustus 1964 Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan beralih status menjadi IKIP Jakarta Cabang Ambon dengan Rektornya Drs. F.F.H. Matruty. Kemudian pada tanggal 16 September 1969 IKIP Jakarta Cabang Ambon diintegrasikan kembali ke dalam Universitas Pattimura menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan. Pada tahun 1974 Fakultas Petemakan dilengkapi dengan jurusan Perikanan dan sekaligus mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Peternakan/Perikanan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Rl Nomor 73 Tahun 1982 tentang susunan organisasi Universitas Pattimura, maka pada saat ini Universitas Pattimura memiliki tujuh Fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Hukum
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Perikanan
7. Fakultas Teknik

Dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 40/M Tahun 1971, Ir. L. Nanlohy (Dekan Fakultas Teknik) ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura yang pertama. Kemudian dengan SK Presiden Nomor 69/M Tahun 1976, M.R. Lestaluhu, S.H. diangkat sebagai Rektor Unpatti yang kedua, yang selanjutnya dengan SK Presiden RI Nomor 43/M Tahun 1981 beliau ditetapkan untuk masa jabatan kedua. Setelah itu dengan SK Presiden Nomor 89/M Tahun 1985 DR. Ir. J. Ch. Lawalatta, M.Sc. ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura. Sebagai Rektor yang berikut yaitu Prof. DR. Ir. J. L. Nanere, M.Sc. ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 247/M Tahun 1989. Selanjutnya dengan SK Presiden Nomor 207/M Tahun 1994 ditetapkan DR. M. Huliselan sebagai Rektor Universitas Pattimura, selanjutnya Prof. DR. H.B. Tetelepta, MPd sejak Tahun 2004 sampai sekarang diangkat sebagai rektor Unpatti.
Read More...

Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)

Universitas Sam Ratulangi sering disingkat dengan sebutan UNSRAT adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berlokasi di Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara. Universitas Sam Ratulangi dipimpin oleh seorang Rektor. Rektor UNSRAT periode 2008-2013 adalah Prof. Dr. Donald A. Rumokoy, SH., MH.


Sejarah Singkat

Setelah kemerdekaan Indonesia tercapai, cita-cita meningkatkan mutu pendidikan dan kecenderungan orang mencapai perguruan tinggi makin berkembang. Dekade tahun lima puluhan, lembaga-lembaga perguruan tinggi daerah mulai menampakkan diri, menjawab kebutuhan orang-orang daerah.

Cita-cita mendirikan perguruan tinggi atau universitas negeri di Manado yang ketika itu merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan daerah Sulawesi Utara dan Tengah, dapat dikatakan telah dirintis oleh adanya Universitas Pinaesaan yang didirikan tanggal 1 Oktober 1954 di Tondano, baru memiliki satu fakultas, yakni Fakultas Hukum. Bersama dengan Universitas Permesta yang didirikan pada tanggal 23 September 1957 di Manado, maka Universitas Pinaesaan sesungguhnya merupakan embrio dari berkembangnya Universitas Sam Ratulangi di masa depan.

Memiliki dua universitas dengan status swasta ternyata belum memuaskan selera warga (Sumekolah) ini. Oleh karena itu, atas inisiatif masyarakat Sulawesi Utara dan Tengah (para pemuka militer, sipil, maupun cendekiawan), terciptalah kesatuan dan kebulatan tekad untuk merealisir berdirinya satu perguruan tinggi berstatus negeri di kedua daerah itu, yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat umumnya serta rakyat Sulawesi Utara dan Tengah pada khususnya.

Sebagai tindak lanjut, berdirilah Perguruan Tinggi Manado (PTM) pada tanggal 1 Agustus 1958, dengan empat fakultas yakni:

1. Fakultas Hukum,
2. Fakultas Ekonomi,
3. Fakultas Sastra, dan
4. Fakultas Tatapraja.

Keempat fakultas ini merupakan dasar berdirinya PTM (yang perkembangan selanjutnya menjadi Universitas Sam Ratulangi).

Pada tahun yang sama, di bulan Oktober, PTM merubah namanya menjadi Universitas Sulawesi Utara-Tengah, yang disingkat UNSUT. Sampai tahap itu, status perguruan tinggi ini masih swasta penuh. Awal dekade enam puluhan, upaya menuju pada status negeri, mulai nampak tanda-tandanya. Tepatnya pada tahun 1960, UNSUT dirubah lagi nama singkatnya menjadi UNISUT (Universitas Sulawesi Utara dan Tengah).

Sejarah kemudian berubah, dimana berdasarkan Keputusan Menteri PTIP Nomor 22/1961, tanggal 4 Juli 1961, UNISUT resmi dalam status Universitas Negeri, dengan lima fakultas, yaitu:

1. Fakultas Hukum,
2. Fakultas Ekonomi,
3. Fakultas Kedokteran,
4. Fakultas Pertanian, dan
5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam periode 1961-1965, UNISUT dirubah lagi singkatannya menjadi UNSULUTTENG yang juga merupakan singkatan dari Universitas Sulawesi Utara dan Tengah.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 277 tertanggal 14 September 1965, ditetapkan pengesahan universitas negeri di Manado ini, sekaligus dengan namanya dari Universitas Sulawesi Utara dan Tengah menjadi Universitas Sam Ratulangi, disingkat UNSRAT. Terdiri dari tujuh fakultas yakni:

1. Fakultas Kedokteran,
2. Fakultas Pertanian,
3. Fakultas Peternakan,
4. Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat,
5. Fakultas Ekonomi,
6. Fakultas Sosial Politik, dan
7. Fakultas Teknik.

Kemudian, Fakultas Sastra yang tadinya berstatus swasta diresmikan masuk dalam Universitas Sam Ratulangi. Setahun kemudian, 1966, Universitas Sam Ratulangi, kembali ketambahan satu fakultas lagi, Fakultas Perikanan yang sampai tahun 1969, berkedudukan di Tahuna. Lalu dipindahkan ke Manado dan bergabung dengan Universitas Sam Ratulangi (yang kemudian pada tahun 1996 menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di singkat FPIK). UNSRAT menjadi 9 fakultas. Suatu jumlah yang cukup besar dibandingkan perguruan tinggi lainnya pada saat itu. Perkembangannya ternyata tak berhenti. Pada tahun 1982, FKIP Manado cabang Gorontalo, menjadi FKIP UNSRAT di Gorontalo (yang kemudian berdiri sendiri yang sekarang di kenal menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan lulusan terakhir sebanyak 3037 orang pada tahun 1992). Di susul Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – FMIPA tahun 1998. Sedangkan Program Pasca Sarjana didirikan pada tahun 1985. Tahun 2009 lewat surat persetujuan DIKTI No.212/D/2009 tanggal 17 Februari 2009 Fakultas Kesehatan Masyarakat resmi berdiri di Universitas Sam Ratulangi dan merupakan fakultas terbungsu saat ini.

Jadilah kini Universitas Sam Ratulangi sebagai perguruan tinggi negeri dengan Sebelas Fakultas dan satu Program Pasca Sarjana yakni :

1. Fakultas Kedokteran
2. Fakultas Teknik
3. Fakultas Pertanian
4. Fakultas Peternakan
5. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
6. Fakultas Ekonomi
7. Fakultas Hukum
8. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
9. Fakultas Sastra
10. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
11. Fakulas Kesehatan Masyarakat, dan
12. Program Pasca Sarjana

Sejak diterimanya status Universitas Negeri pada tahun 1961, maka pejabat tertinggi Universitas telah berganti sebanyak 10 suksesor seperti pada berikut ini:

Pimpinan Universitas Sam Ratulangi, 1961 – sekarang.

N a m a Sebutan Periode
1 J. A. Losung, SH Presiden 1964 – 1965
2 R. A. B. Massie, SH Presiden 1961 – 1964
3 dr. F. H. Palilingan Rektor 1965 – 1969
4 Prof. Mr. G. M. A Inkiriwang Rektor 1969 – 1974
5 Prof. Dr. H. Kandou Rektor 1974 – 1977
6 Prof. W. J. Waworoentoe, MSc Rektor 1977 – 1986
7 Prof. Drs. R. S. Tangkudung Rektor 1986 – 1995
8 Prof. Dr. Ir. J. Paruntu, MS Rektor 1995 – 2004
9 Prof. Dr. Ir. L. W. Sondakh, MEc Rektor 2004 – 2008
10 Prof. Dr. D. A. Rumokoy, SH, MH Rektor 2008 – sekarang

iNama tokoh pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi dipilih sebagai nama lembaga perguruan tinggi negeri di Provinsi Sulawesi Utara. Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi adalah pahlawan, maha putera Indonesia dengan panggilan sehari-hari, Sam. Beliau juga merupakan pejuang kemerdekaan dari daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Ia dilahirkan tanggal 5 November 1890 di Tondano, Ibukota Kabupaten Minahasa. Sam meninggal tanggal 30 Juni 1949 di Jakarta. Di tahun 1965 itu juga.
Dengan diabadikannya nama beliau pada universitas di Provinsi Sulawesi Utara ini sebagai Universitas Sam Ratulangi, diharapkan cita-cita dan perjuangan beliau yang terangkai dalam falsafah hidupnya Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia dilahirkan untuk memanusiakan orang lain, akan tetap terpatri dan berkobar di dalam dada dan setiap hati insan akademik Universitas Sam Ratulangi, dalam menuntut ilmu dan mengabdikannya demi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Lambang

Dengan berlandaskan pada Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945, serta berpedoman peraturan perundangan dan ketentuan-ketentuan pemerintah yang berlaku terutama oleh departemen yang membidangi perguruan tinggi dan ilmu pengetahuan/pendidikan dan kebudayaan, maka disusunlah lambang UNSRAT dengan keterangan yang sekaligus mencakup pertanggungjawaban mengenai istilah yang digunakan untuk nama Universitas serta lambang dengan penjelasan tentang artinya.
Read More...

Universitas Negeri Manado (UNIMA)

Universitas Negeri Manado, disingkat Unima adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Propinsi Sulawesi Utara dan tepatnya berada di bukit Tonsaru Tataaran Tondano, Indonesia. Universitas ini berdiri pada 22 September 1955 dan saat ini dipimpin Rektor Prof. Dr. Philoteus EA. Tuerah, M.Si, DEA yang menggantikan Prof. Drs. Jan Lukas Lambertus Lombok, SH, M.Si.


UNIMA berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) – satu dari empat PTPG yang didirikan pertama di Indonesia yaitu PTPG Batusangkar, PTPG Malang, PTPG Bandung, PTPG Tondano, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 2450/KB/1955 tanggal 22 September 1955.

PTPG Tondano mengalami berbagai perubahan: mula-mula menjadi FKIP Universitas Hasanuddin Makassar, lalu berubah menjadi FKIP Unhas Tondano di Manado, FKIP Unsulutteng, IKIP Yogyakarta Cabang Manado, dan terakhir menjadi IKIP Manado yang berdiri sendiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 38 tanggal 8 Maret 1965 juncto Keppres Nomor 275 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965.

Pada 13 September 2000, IKIP Manado dikonversi menjadi Universitas Negeri Manado berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 127 Tahun 2000 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Yahya Muhaimin pada tanggal 14 Oktober 2000.

Berdasarkan Keppres RI Nomor 127 Tahun 2000, Universitas Negeri Manado (Unima) memiliki fungsi ganda, yaitu selain menciptakan tenaga ahli dan tenaga profesional di bidang kependidikan, juga menciptakan tenaga ahli dan tenaga profesional di bidang non-kependidikan.

Fakultas

Universitas Negeri Manado saat ini memiliki 7 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Teknik (Fatek)
2. Fakultas Ekonomi (Fekon)
3. Fakultas Ilmu Sosial (FIS)
4. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
5. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
6. Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)
7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Read More...

Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo .

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Rektor pada tahun 2006 adalah Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.


Cikal bakal Universitas Negeri Gorontalo saat didirikan pada tahun 1963 bernama Junior College, merupakan bagian dari FKIP UNSULUTENG. Pada tahun itu juga berubah menjadi Cabang FKIP UNSULUTENG. Pada tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado. Pada pertengahan tahun 1965 setelah IKIP Manado berdiri sendiri, lembaga ini menjadi salah satu cabangnya dan berganti nama menjadi IKIP Manado Cabang Gorontalo yang membina 4 fakultas dengan 13 jurusan.
Pada tahun 1982 lembaga ini dialihkan dari IKIP Manado menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo.
Dengan diberlakukan PP Nomor 30 Tahun 1990, maka pada tahun 1993 lembaga ini resmi berdiri sendiri dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo yang ditetapkan dengan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993. Menyadari terbatasnya ruang lingkup STKIP dibarengi tuntutan kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Daerah, maka pada tahun 2001 dengan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo yang membina 5 Fakultas dengan 25 Program Studi. Dan Pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Saat ini Universitas Negeri Gorontalo membina 9 Fakultas/Pasca Sarjana yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Sastra & Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian dan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Pasca Sarjana.

Profil

PRINSIP DASAR

Universitas Negeri Gorontalo memiliki prinsip dasar sebagai berikut:
1. Kukuhnya peradaban budaya yang religi (“religi of culture”)
2. Peduli terhadap perubahan (“concern of change”)
3. Melahirkan lulusan yang patut diguguh dan ditiru karena sikap keteladannya.
4. Kepemimpinan universitas yang baik (“good university leadership”)

VISI

“Universitas Pelopor Peradaban”

Visi ini menujukkan pandangan UNG sebagai perguruan tinggi yang menjadi pioner dalam pengembangan peradaban dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Visi ini juga menujukkan pandangan UNG untuk menyatu dalam masyarakat karena melalui visi ini UNG mengaktualisasikan diri dalam pengembangan peradaban, bukan saja untuk civitas dan lulusannya tetapijuga bagi masyarakat.Universitas pelopor peradaban mengandung makna bahwa UNG menjadi perguruan tinggi terdepan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan moral berdasarkan tata nilai universitas.

MISI

1. Menghasilkan lulusan yang bermutu, profesional dan beradab
2. Meningkatkan peran UNG dalam pengembangan ipteks dan pengabdian pada masyarakat
3. Menata kelembagaan dan pencitraan publik

TUJUAN

1. Meningkatkan peran UNG dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam dalam melahirkan sumber daya manusia yang bermutu, profesional dan beradab
2. Berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
3. Meningkatkan kegiatan penelitian yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam rangka peningkatan harkat dan taraf hidup manusia. dan seni budaya
4. Meningkatkan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat melalui upaya penyebarluasan dan penerapan hasil-hasil penelitian dan teknologi.
5. Meningkatkan pelaksanaankegiatan pembinaan kemahasiswaan yang mampu menunjang pembentukan sikap ilmiah berdasarkan keilmuan dan integritas kepribadian untuk mendorong terciptanya budaya iptek, imtaq, dan kewirausahaan yang dilandasi etika, moral dan ahlak mulia.
6. Meningkatkan kerja sama yang sinergis dengan pemerintah, swasta dan perguruan tinggi lain baik di dalam maupun di luar.
7. Mewujudkan UNG sebagai universitas otonom
8. Meningkatkan penataan kelembagaan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

TATA NILAI

Tata nilai UNG adalah I’KTIBAR (Ikhtiar, Ibadah dan reaktualisasi diri). Kampus I’ktibar bermakna: kampus sebagai tempat belajar. Sumber dan pusat pendidikan pengajaran, penelitian, seni, budaya dan pembemtukan moral yang beradab. I’KTIBAR bermakna

1. Ikhtiar, sebagai sebuah cermin hamba yang mengakui akan memutlakan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam aktivitasnya, Warga UNG harus menyandarkan diri pada ikhtiar yang tulus. Ikhtiar inilah yang menjadi input values, atau nilai-nilai yang harus dimiliki oleh warga UNG, yang dapat dilihat pada keberadaan insan akademik, insan yang: (i)amanah, (ii)profesional, (iii)istiqomah.
2. Ibadah, sebagai sebuah cermin wujud tanggung jawab penghambaan diri kepada Tuhan yana Maha Esa melalui aktivitas tugas pokok dan fungsi yang bernilai ibadah. Ibadah inilah yang menjadi nilai proses (process values), atau nilai-nilai dalam melakukan pekerjaan yang berwujud pada keberadaan insan kampus yang: (i) visioner, (ii) bersemangat, dan (iii)sinergis
3. Reaktualisasi Diri, sebagai bentuk tanggung jawab insan kampus yang memiliki potensi untuk diberdayakan kembali melalui peran-peran konkretnya sebagai bagian terintegrasi dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, reaktualisasi diri merupakan nilai yang akan ditangkap olehpara stakeholders (eksekutif, legislatif, masyarakat, dunia usaha dan dunia Industri(DUDI), serta pihak lain yang dapat bekerja sama dan bersinergi dengan pihak UNG. Reaktualisasi diri ini termaksud apa yang disebut dengan output values yang dapat mewujud padakeberadaban insan akademis yang: (i) produktif, (ii) handal, dan (iii) komitmen terhadap pengabdian yang berkelanjutan.

POLA ILMIAH POKOK DAN BIDANG ILMU UNGGULAN

Pola ilmiah pokok (PIP) UNG adalah: “pendiddikan yang berbasis budaya dan berorientasi kawasan”. Pedidikan yang dimaksud dalam pola ilmiah pokok adalah pedidikan dalam arti luas, yaitu UNG mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan akademik dan/ atau profesional dalam bidang ilmu kependidikan dan/ atau nonkependidikan dan berlandaskan budaya. “Berorientasi Kawasan” dimaksudkan bahwa semua yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan, pengajaran dan penelitian serta pengabdian pada masyarakat dikembangkan berdasarkan asas mutu, relevansi dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, baik dalam kawasan lokal, nasional, regional, dan bahkan kedepan UNG akan tampil sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap bersaing dan bersinergi dengan perguruan tinggi di dunia internasional. Bidang Ilmu Unggulan (core competency) adalah “Pendidikan dan Pertanian terpadu”.
Read More...

Universitas Haluoleo (UNHALU)

Universitas Haluoleo, disingkat Unhalu, adalah perguruan tinggi negeri di Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia, yang berdiri pada 19 Agustus 1981. Universitas Haluoleo awalnya adalah universitas swasta dengan singkatan nama Unhol (Universitas Haluoleo), yang didirikan oleh Bapak Drs. Ld. Malim dan beliau adalah Rektor Unhol saat itu. Rektor Unhalu pertama setelah menjadi universitas negeri adalah Prof. H. Eddy Agussalim Mokodompit, MA yang namanya kemudian diabadikan pada auditorium kampus Universitas Haluoleo. Rektor Pada saat ini adalah Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, M.S.

Saat ini Universitas Haluoleo telah memiliki 7 Fakultas dengan penambahan beberapa Program Diploma serta pembukaan Program Pascasarjana. Berdasarkan hasil “Evaluasi Diri” Program Studi oleh Dirjen Dikti Depdiknas yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional para Pembantu Rektor I, II dan III seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember sd. 1 Desember 2004 di Surabaya, Universitas Haluoleo menduduki ranking ke 15 dari 82 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

Universitas Haluoleo pada tahun 2007/2008 diharapkan telah menjadi Universitas yang maju dan modern, setelah adanya persetujuan Bantuan Soft-Loan Pemerintah Indonesia dengan Islamic Development Bank, Jeddah yang realisasinya akan dimulai tahun 2005.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun 8 (delapan) gedung baru bertaraf internasional dan merehabilitasi 11 (sebelas) gedung yang ada di Kampus Bumi Tridharma. Bantuan juga akan didukung oleh DANIDA (Denmark) untuk peralatan laboratorium dan politeknik.


Sejarah Singkat

Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian.

Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.

Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.

Pembangunan kampus yang relatif luas ini membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya. Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.

Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.

Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1528 desa, 67 kecamatan, 4 kabupaten, 2 Kotamadya dan 1 Kota Administratif yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.

Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas. Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.

Kerjasama

Kerjasama yang dilakukan Universitas Haluoleo bersifat kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan. Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun instansi teknis yang ada di daerah. Kesemua ini dilakukan dalam rangka mempercepat pembangunan akademik di Universitas Haluoleo. Kerjasama yang dilakukan selama ini dapat digolongkan atas kerjasama penelitian, pengembangan akademik, pembangunan fasilitas pendidikan dan kerjasama yang bersifat advokasi.

Untuk pengembangan S2, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi maju ditanah air, seperti : ITB, IPB, UGM, Unpad, Unibraw, ITS, Udayana, Unhas dan UNM sedang untuk perguruan tinggi yang diluar negeri seperti University Sains Malaysia, New Castle University Australia, selain itu Universitas Haluoleo dalam rangka melengkapi fasilitas pendidikannya telah menjalin kerjasama dengan donatur asing dan dalam negeri seperti PT. Antam Tbk, Asian Development Bank (ADB), CIDA Canada, Australia, JBIC Japan, World Bank melalui program Due-like, UNDP melalui program PARUL, TPSDP, Islamic Development Bank (IDB) serta hibah dari pemerintah Belanda kesemua proyek ini diperoleh melalui kompetisi yang sangat ketet dengan perguruan tinggi lain ditanah air. Diharapkan banyaknya kerjasama yang dilakukan dapat menambah akselerasi pengembangan Universitas Haluoleo.
Read More...

Universitas Tadulako (UNTAD)

Universitas Tadulako, disingkat Untad, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, yang berdiri pada tanggal 1 Mei 1981. Rektor pada tahun 2006 adalah Drs. H. Sahabuddin Mustafa, SE, M.Si.


Fakultas

Universitas Tadulako memiliki 7 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Hukum
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Teknik
7. Fakultas MIPA
Read More...

Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Universitas Hasanuddin, disingkat Unhas, adalah perguruan tinggi negeri di Makassar, Indonesia, yang berdiri pada 11 Juni 1956. Rektor pada tahun 2006 adalah Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO.

Perguruan tinggi ini semula merupakan pengembangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ketika Bung Hatta masih menjadi Wakil Presiden. Kampus Unhas semula dibangun di Baraya atau Kampus Baraya.

Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Di saat terjadinya stagnasi Fakultas Ekonomi di akhir tahun 1950, Nuruddin Sahadat, Prof. Drs. G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkeng dan kawan-kawan mempersiapkan pendirian Fakultas Hukum swasta. Jerih payah mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang di bawah ketuanya Prof. Drs. G.J. Wolhoff tetap berusaha mewujudkan universitas negeri sampai terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri di bulan Maret 1950. Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan universitas didahului dengan membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang resmi didirikan tanggal 3 Maret 1952 dengan Dekan pertama Prof. Mr. Djokosoetono yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Dilandasi semangat kerja yang tinggi, kemandirian dan pengabdian, Fakultas Hukum yang dipimpin Prof. Dr. Mr. C. de Heern dan dilanjutkan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk, dalam kurun waktu empat tahun mampu memisahkan diri dari Universitas Indonesia dengan keluarnya PP no. 23 tahun 1956 tertanggal 10 September 1956.

Langkah usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading untuk membentuk Fakultas Kedokteran terwujud dengan tercapainya kesepakatan antara pihak Yayasan dengan Kementerian PP dan K yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri tanggal 22 Oktober 1953. Berdasarkan ketetapan tersebut dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris dan anggota-anggotanya yaitu J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri dan Sampara Daeng Lili. Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Perjuangan dan tekad masyarakat Sulawesi Selatan untuk melahirkan putra bangsa yang berpengalaman teknik mencapai keberhasilannya ketika menteri P dan K RI mengeluarkan SK No. 88130/S tertanggal 8 September 1960 perihal peresmian Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang diketuai lr. J. Pongrekun dan sekretaris lr. Ramli Cambari Saka dengan tiga departemen Sipil, Mesin dan Perkapalan. Pada tahun 1963 menyusul terbentuk Departemen Elektronika dan Arsitektur dan lengkaplah Fakultas Teknik sebagai fakultas yang ke-4.

Mendahului SK Menteri PP dan K tanggal 3 Desember 1960 No. 102248/UU/1960 perihal Pembentukan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, telah terjadi “peleburan” beberapa unit Program Kursus B.1 dari Yayasan Perguruan Tinggi Makassar ke Universitas Hasanuddin. Yayasan yang diketuai oleh Syamsuddin Dg Mangawing beranggotakan antara lain Prof. G.J. Wolhoff ini adalah pecahan Universitas Sawerigading yang dipimpin oleh Nuruddin Sahadat. Peristiwa “peleburan” Program Kursus B.1 Paedagogik, Sastra Timur dan Sastra Barat ke UNHAS pada tanggal 2 Nopember 1959 tersebut menjadi cikal bakal Fakultas Sastra yang secara resmi terbentuk sesuai SK menteri PP dan K tanggal 3 Nopember 1960.

Menyusul “kelahiran” Fakultas Sastra, lahirlah Fakultas yang ke – 6 yakni Fakultas Sosial Politik sesuai dengan SK Menteri P & K tertanggal 30 Januari 1961 No. A. 4692/U.U.41961, berlaku mulai 1 Februari 1961. Pada awalnya fakultas ini merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustus 1945 yang didirikan oleh Mr. Tjia Kok Tjiang yang kelak setelah penegeriannya menjadi pimpinan fakultas didampingi Mr. Sukamto sebagai sekretaris. Pada tanggal 15 Nopember 1962 Mr. Sukamto diangkat sebagai Dekan dan Abdullah Amu menjadi Sekretaris.

Di masa kepemimpinan Rektor A. Amiruddin berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0266/Q/1977 tanggal 16 Juli 1977 Fakultas Sastra diintegrasikan ke dalam Fakultas limu Sosial Budaya bersama Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Fakultas Ekonomi. Hal yang sama juga terjadi atas Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA yang diintegrasikan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkecuali Fakultas Hukum yang tidak “rela” berintegrasi dengan Fakultas Ilmu – ilmu Sosial Budaya. Berselang enam tahun kemudian yakni pada tahun 1983 pengintegrasian ini dicabut dengan keluamya PP No. 5 Tahun 1980 yang disusul dengan SK Presiden RI No. 68 Tahun 1982.

Melalui kerjasama dengan IPB Bogor dan atas permintaan Rektor Prof. Arnold Mononutu terbentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian yang beranggotakan Prof. Dr. A. Azis Ressang, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB dan lr Fachrudin, asisten Akhli Fakultas Pertanian IPB. Kerjasama Prof. Ressang dkk dengan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dan IPB membuahkan SK Menteri PTIP RI Prof. Dr. lr. Toyib Hadiwidjaya tertanggal 17 Agustus 1962 dan secara resmi Fakultas Pertanian menjadi fakultas yang ke-7 dalam lingkungan Universitas Hasanuddin.

Gubernur Andi Pangerang Petta Rani dalam rapat tanggal 11 Maret 1963 menunjuk lr. Aminuddin Ressang sebagai ketua sub – panitia kerja Pembentukan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) resmi terbentuk berdasar surat kawat Menteri PTIP tanggal 8 Agustus 1963 No. 59 1 BM/PTIP/63 disusul SK Menteri No. 102 Tahun 1963 berlaku Tanggal 17 Agustus 1963.
Pada tahun 1963 dibentuk Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Makassar yang diketuai Syamsuddin Dg Mangawing dengan anggota Andi Pangerang Petta Rani, Drh. A. Dahlan dan Andi Patiwiri. Pada tanggal 10 Oktober 1963 berdiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) yang berstatus swasta didekani oleh Drh. Achmad Dahlan dengan Pembantu Dekan I, II masing – masing Drh. Muh. Gaus Siregar dan Andi Baso Ronda, B. Agr.Sc. Terhitung mulai tanggal 1 Mei 1964 fakultas swasta tersebut dinegerikan menjadi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin meialui SK Menteri PTIP No. 37 11964 Tanggal 4 Mei 1964.

Pendidikan Dokter Gigi berdiri pada tanggal 23 Januari 1969 sebagai hasil kerjasama antara Universitas dengan TNI – AL sebagai hasif rintisan Laksamana Mursalim Dg Mamanggun, S.H. , Rektor Unhas Let.Kolonel Dr. M. Natsir Said, S.H. serta Drg. Halima Dg Sikati dan diberi nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso. Pada tahun 1970 lnstitut ini resmi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan selanjutnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas pada tahun 1983.

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) didirikan pada tangggal 5 Nopember 1982 yang pada awalnya menerima mahasiswa tamatan Diploma Tiga Kesehatan dan nanti pada tahun 1987 FKM Unhas menerima tamatan SMA. FKM merupakan fakultas yang ke-11 dalam lingkungan Unhas.

Sebagai realisasi dari pengembangan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang menjadi rujukan orientasi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, maka pada tahun 1988 UNHAS secara resmi membuka program Studi Ilmu Kelautan dengan SK Dirjen Dikti No.19/Dikti/Kep/1988, tanggal 16 Juni 1988. Pada awalnya karena belum ada wadah yang tepat program tersebut berstatus lintas fakultas dan langsung dibawahi rektor. Mengingat sifatnya yang berorientasi kelautan, program ini pada akhirnya dibentuk menjadi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan menggabungkan jurusan Perikanan ke dalamnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.036/0/1996, tanggal 29 Januari 1996.

Pada Dies Natalis yang ke – 25, 17 September 1981 Presiden RI Soeharto meresmikan Kampus Tamalanrea yang pada awalnya dirancang oleh Paddock Inc., Massachustts, AS dan dibangun oleh OD 205, Belanda yang bekerjasama dengan PT. Sangkuriang Bandung di atas tanah seluas 220 Ha.

Sejak dikeluarkannya SK Menteri PP dan K No. 3369/S Tanggal 1 1 Juni 1956 terhitung mulai 1 September 1956 dan dengan PP No. 23 Tanggal 8 September 1956, Lembaran Negara No. 39 Tahun 1956 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta pada tangggal 10 September 1956, UNHAS pernah dipimpin oleh sejumlah Rektor yaitu:

1. Prof. Mr.A.G. Pringgodigdo 1956 – 1957
2. Prof. Mr. K.R.M.T. Djokomarsaid 1957 – 1960
3. Prof. Arnold Mononutu 1960 – 1965
4. Let. Kol. Dr. M. Natsir Said, S.H. 1965 – 1969
5. Prof. Dr. A. Hafid 1969 – 1973
6. Prof. Dr. Ahmad Amiruddin 1973 – 1982
7. Prof. Dr. A. Hasan Walinono 1982 – 1984
8. Prof. Dr. Ir. Fachruddin 1984 – 1989
9. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A 1989 – 1997
10. Prof. Dr.Ir. Radi A. Gany 1997 – 2006
11. Prof. Dr.dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO 2006 – Sekarang
Read More...

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Makassar)

UIN Makassar atau Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar merupakan Perguruan Tinggi Negeri Islam yang terletak di kota Makassar Sulawesi Selatan.

Sejarah UIN Alauddin Makassar

Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:

1. Fase tahun 1962 s.d 1965

Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari’ah UMI menjadi Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77 tanggal 28 Oktober 1965.


2. Fase tahun 1965 s.d 2005

Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965.

Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga’rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin” , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.

Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba ( 153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.

3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang

Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar.

Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas , UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakutas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006.

Read More...

Universitas Negeri Makassar (UNM)

Universitas Negeri Makassar, disingkat UNM, adalah perguruan tinggi negeri di Makassar, Indonesia, yang berdiri pada 1 Januari 1964. Rektor pada tahun 2006 adalah Prof. Dr. H. M. Idris Arief, MS. dan selanjutnya Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd. (2008 – 2012).

Universitas negeri Makassar tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya IKIP Ujung Pandang Sebagai Lembaga Pendidikan tenaga Kependidikan (LPTK).
Semula IKIP Ujung Pandang sebagai fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) dari Universitas Hasanuddin Makassar, yaitu berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) 1 Agustus 1961 s.d 31 Agustus 1964, berdasarkan SK Menteri PTIP No. 30 Tahun 1964 Tanggal 1 agustus 1961.

September 1964 s.d. Januari 1965 berstatus IKIP Yogyakarta cabang Makassar, berdasarkan SK Menteri PTIP No. 154 Tahun 1965 Tanggal 1 September 1965. Pada tanggal 5 Januari s.d. 3 Agustus 1999, berstatus mandiri dengan nama IKIP Makassar, berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 272 Tahun 1965 tanggal 5 Januari 1965. Pada fase ini, sejak 1 April 1972, IKIP Makassar berrubah menjadi IKIP Ujungpandang dengan mengikuti perubahan nama Kotamadya Makassar menjadi Kotamadya Ujungpandang. Kemudian tanggal 4 Agustus 1999 sampai sekarang berstatus Universitas dengan nama Universitas Negeri Makassar (UNM) berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 93 Tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999.


Struktur Organisasi

Berdasarkan Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No. 277/0/1999. Tanggal 14 Oktober 1999 NO. 200/0/2003 tanggal 31 Oktober 2003. Struktur organisasi Universitas Negeri Makassar terdiri atas komponen-komponen berikut ini :

1. Rektor dan pembantu Rektor
2. Senat
3. Fakultas Fakultas
4. Program Pascasarjana
5. Dosen
6. Lembaga Penelitian
7. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat
8. Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan
9. Biro Administrasi Umum dan Keuangan
10. Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
11. Unit Pelaksana Teknis

- UPT Perpustakaan

- ICT Center

- Unit Pelaksana Teknis Lainnya
12. Dewan Penyantun

Visi Misi

Visi UNM
Visi Universitas Negeri Makassar sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan, sains, teknologi, dan seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan.

Misi UNM

* Menghasilkan sumber daya manusia profesional di bidang kependidikan dan nonkependidikan yang memiliki :

1. Ketaqwaan, moral, nilai-nilai etika, integritas intelektual, toleransi perbedaan, serta aspirasi dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
2. Kemajuan dan kemampuan untuk berlatih kepemimpinan dan keintelektualan pribadi dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya;
3. Pikiran kreatif dan kritis, termasuk pemecahan masalah secara intelektual melaluikegiatan membaca, meneliti, menulus, dan berbicara secara efektif.

* Menciptakan iklim dan budaya akademik yang kondusif bagi mahasiswa untuk:

1. Mempersiapkan diri menyelesaikan program-program sarjana, pascasarjana, dan profesional yang berkualitas dan tepat guna
2. Memelihara lingkungan hidup dan pembelajaran yang menuntut tantangan guna menumbuh kembangkan kemampuan menyelesaikan masalah;
3.
Menumbuhkembangkan kemampuan sosial kemasyarakatan dan kemandiriannya untuk menjadi sumber kebanggaan Universitas, alumni, masyarakat, dan bangsa.

* Memberikan layanan kepada masyarakat luas untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, bangsa, dan negara yang menekankan:

1. Penerapan IPTEK guna menumbuhkembangkan potensi daerah dalam menunjang kemandirian dan pelaksanaan otonomi daerah;
2. Penanaman keyakinan bahwa UNM merupakan sumber daya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
3. Pengembangan dan peningkatan sumber-sumber dukungan pemerintah dan masyarakat melalui pengakuan umum atas program dan sumber dayanya;
4. Pemberian dorongan dan pengakuan yang semestinya kepada anggota masyarakat yang ikut berperan dalam pencapaian tujuan UNM.

* Mengembangkan lembaga (Universitas) menjadi teaching and research university yang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan bangsa melalui :

1. Pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
2. Sistem informasi dan manajemen bagi pelayanan sivitas akademika pada khususnya, dan pelayanan kepada masyarakat luas pada umumnya;
3. Kerjasama yang saling menguntungkan dengan lembaga dan intansi di dalam dan luar negeri, khususnya dalam perwujudan tridharma perguruan tinggi.

Peta Kampus





Read More...

Universitas Mulawarman (UNMUL)

Berdirinya Universitas Mulawarman (Unmul) merupakan realisasi perjuangan para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Kaltim yang diawali dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur No. 15/PPK/KDH/1962, tanggal 07 Juni 1962 maka berdirilah sebuah perguruan tinggi yang berkedudukan di Samarinda dengan nama: Perguruan Tinggi Mulawarman. Untuk menunjang penyelenggaraan program-program pendidikan perguruan tinggi ini membentuk yayasan untuk menopang kebutuhan dana, fasilitas, dan peralatan.

Kemudian pada tanggal 27 September 1962 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Mulawarman, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan No. 130 Tahun 1962 tanggal 28 September 1962, dan dikukuhkan secara resmi dengan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 65 tanggal 23 April 1963.



Pada awal berdirinya, Unmul menyelenggarakan program pendidikan sebanyak empat fakultas yaitu: Ketatanegaraan dan Ketataniagaan, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Pertambangan. Dalam proses penyelenggaraan keempat fakultas tersebut masih dijumpai berbagai hambatan, sehingga pada saat itu hanya Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan yang dapat diselenggarakan, dan pada tahun 1964 disusul penyelenggaraan proses belajar mengajar dari Fakultas Pertanian. Kemudian pada tahun 1966 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan dipecah menjadi Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Ekonomi. Oleh karena sulitnya staf pengajar pada Fakultas Pertambangan yang berada di Balikpapan sehingga pada tahun 1970 terpaksa ditutup. Pada tahun 1978 IKIP Samarinda berintegrasi ke dalam Universitas Mulawarman sehingga berdiri Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan terbitnya Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 181/D/E/1978 tanggal 20 Maret 1978 tentang Pembukaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dengan demikian pada tahun 1978 Universitas Mulawarman terdiri dari 5 Fakultas sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 66 Tahun 1982 tanggal 7 September 1982.

Read More...

Universitas Borneo Tarakan (UBT)

Universitas Borneo didirikan oleh Yayasan Pinekindi pada tanggal 9 Oktober 1999 dan ditetapkan pada 30 Maret 2000 berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pinekindi Nomor: 011/YP/TRK/III/2000. Unversitas Borneo secara resmi mulai penyelenggarakan proses belajar dan mengajar pada tanggal 5 Juni 2001, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 37/D/O/2001.
Universitas Borneo berada dalam kawasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah baik berupa sumberdaya pesisir dan kelautan, hutan, tambang, lahan pertanian dan lainnya. Selain itu Universitas Borneo terletak pada geografis yang strategis dengan ciri khusus berada di dekat wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia serta Philipina.
Menyadari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi serta persaingan di berbagai bidang saat ini, maka pembangunan dan pengembangan pendidikan merupakan kata kunci dalam menyediakan Sumberdaya Manusia yang mampu berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu Universitas Borneo membangun Visi dan mengembangkan Misi untuk mencapai tujuan diatas.

Visi dan Misi

Menyadari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi serta persaingan diberbagai bidang saat ini, maka pembangunan dan pengembangan pendidikan merupakan kata kunci dalam menyediakan sumberdaya manusia yang mampu berkompetensi baik ditingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu Universitas Borneo membangun Visi dan mengembangkan Misi untuk mencapai tujuan tersebut diatas

Visi :

Visi Universitas Borneo adalah sebagai pusat penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan akademik, mandiri, profesional, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya guna mendukung Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Borneo.

Misi :

Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang selaras dengan Pola Ilmiah Pokok Universitas Borneo.

Menghasilkan lulusan yang unggul.

Menggali, mengembangkan dan melestarikan temuan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya kepada masyarakat luas.

Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka penggalian, pengembangan, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Tujuan :

Membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan penuh rasa tanggung jawab demi masa depan Bangsa dan Negara.

Menyiapkan peserta didik menjadi Sumber Daya Manusia yang siap pakai untuk mengelola sumber daya yang ada, serta menjadikan mereka sebagai anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, Seni dan Budaya.

Meningkatkan mutu manusia Indonesia sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berwatak, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, terampil, kreatif, sehat jasmani dan rohani, cinta tanah air, dan memiliki rasa kesetiakawanan.

Profil Universitas

Tahun Berdiri

1999

Nama Rektor

Abdul Jabarsyah P.hD

Lokasi

Jl. Amal Lama No 1. Tarakan Kalimantan Timur

Alamat Kontak

telp, +625515507023

fax, +62551-5511158

email, ubt@borneo.ac.id
Read More...

Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)

Unlam atau Universitas Lambung Mangkurat adalah perguruan tinggi negeri di Banjarmasin, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1958. Rektor unlam pada periode tahun 2010 – 2014 adalah Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ruslan, M.S. Universitas Lambung Mangkurat berdiri atas inisiatif dan jasa pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan yaitu mereka yang pada tanggal 17 Mei 1949 memproklamasikan Pemerintahan Gubernur Militer ALRI Divisi IV Kalimantan, dibawah pimpinan Gubernur Militer Hasan Basry, sebagai upaya menegakkan kemerdekaan. Pada waktu reuni Kesatuan Tentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di desa Niih Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 3 – 10 Maret 1957 mereka membentuk “Dewan Lambung Mangkurat” dengan beberapa rencana kerja diantaranya mendirikan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.


Kampus

Banjarmasin

Kampus Banjarmasin terletak di Kota Banjarmasin. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Banjarbaru

Kampus Banjarbaru terletak di Kota Banjarbaru. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Fakultas

Universitas Lambung Mangkurat memiliki 10 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Hukum
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
5. Fakultas Teknik
6. Fakultas Pertanian
7. Fakultas Kehutanan
8. Fakultas Perikanan
9. Fakultas Kedokteran
10. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Fakultas dari 1-4, yang kebanyakan merupakan fakultas-fakultas ilmu sosial, terletak di Banjarmasin, sedangkan fakultas dari 5-10 yang merupakan fakultas-fakultas ilmu alam terletak di Banjarbaru kecuali Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika yang masih berada di kampus unlam Banjarmasin.

Rektor

Rektor univeritas lambung mangkurat adalah pimpinan tertinggi di univeritas lambung mangkurat yang di pilih oleh senat univeritas dalam sidang senat univeritas. Sejak berdirinya univeritas lambung mangkurat telah terdapat beberapa rektor.
Read More...

Universitas Palangka Raya (UNPAR)

Universitas Palangka Raya disingkat UNPAR adalah suatu perguruan tinggi negeri pertama dan tertua di Kalimantan Tengah terdiri dari 5 (lima) fakultas, yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, Pertanian, Teknik, dan Hukum (dalam waktu dekat akan dibentuk 2 fakultas baru yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Fakultas Kedokteran). Rektor sejak tahun 2005 adalah Drs. Henry Singarasa, M.S..

Universitas Palangka Raya (Unpar) adalah kampus terbesar di Kalimantan Tengah yang modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. Unpar saat ini terus menerus selalu berusaha menjadi salah satu universitas atau institusi akademik terkemuka di dunia. Sebagai universitas terkemuka, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. Sementara itu, Unpar juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

Unpar berdiri pada tahun 1963 dan merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Kalimantan Tengah. Telah menghasilkan lebih dari … alumni, Unpar secara berkesinambungan melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. Bagaimanapun Unpar tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional.

Unpar secara aktif mengembangkan kerja sama dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia. Beberapa universitas terkemuka yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan Unpar diantaranya adalah: Hokkaido University, Toyohashi University, Monash University, dan La Throbe University.

Secara geografis, posisi kampus Unpar berada di dua area berjauhan, kampus Yos Sudarso dan kampus Kartini. Mayoritas fakultas berada di Yos Sudarso dengan luas lahan mencapai hampir 53,000 hektar (termasuk hutan pendidikan)dengan atmosfer green campus karena hanya 5% lahan digunakan sebagai sarana akademik, riset dan kemahasiswaan. Sekitar 95% wilayah Unpar bisa dikatakan adalah area hijau berwujud hutan kota. Sebuah area yang menjanjikan nuansa akademik bertradisi yang tenang dan asri.

Sejarah Unpar

Awal pembentukan UNPAR dilakukan pada tahun 1962 oleh Panitia Persiapan Pembentukan Universitas di Kalimantan Tengah yang mendapat dukungan formal dari Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah. Hasil kerja panitia tersebut menghasilkan berdirinya Universitas Negeri di Kalimantan Tengah dengan nama Universitas Palangka Raya yang diresmikan oleh Menteri PTIP berdasarkan Surat Keputusan Nomor 141 tanggal 10 November 1963 dengan tiga fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan. Pada saat yang bersamaan berdiri pula IKIP Bandung Cabang Palangka Raya dengan dua fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS). Pada tanggal 24 Juli 1969 IKIP Bandung Cabang Palangka Raya tersebut diintegrasi ke dalam UNPAR.

Dalam perjalanan selanjutnya Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan yang waktu itu ditempatkan di Kuala Kapuas, hanya dapat berjalan kurang lebih satu tahun. Pada tahun 1973, FKIS dirubah namanya menjadi Fakultas Keguruan. Oleh karena itu sampai dengan tahun 1981 Universitas Palangka Raya hanya memiliki tiga fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Keguruan.

Menyadari kebutuhan akan tenaga-tenaga terampil di bidang pertanian dan kehutanan di Kalimantan Tengah maka pada tahun 1981 Universitas Palangka Raya membuka fakultas baru yaitu Fakultas Non Gelar Teknologi (FNT) yang menyelenggarakan program pendidikan pada jenjang diploma tiga (D-3). Pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Keguruan digabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) hingga sekarang. Sementara itu pada tahun 1991 diresmikan berdirinya Fakultas Pertanian sebagai pengganti Fakultas Non Gelar Teknologi.

Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 2000 berdiri Fakultas Teknik, dan pada tahun 2003 berdiri pula Fakultas Hukum. Dengan demikian, sampai sekarang Universitas Palangka Raya telah mempunyai lima fakultas yakni: (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, (3) Fakultas Pertanian, (4) Fakultas Teknik, dan (5) Fakultas Hukum. Mulai Agustus 2010 Fakultas baru yaitu Fakultas Kedokteran akan dibuka sebagai fakultas keenam di Universitas Palangka Raya.

Lambang Universitas Palangka Raya

Lambang Unpar dibuat oleh panitia khusus dan diketuai oleh KMA M. Usop, MA (Pembantu Presidium Bidang Umum) dan telah ditetapkan dengan SK Mendikbud tanggal 18 Nopember 1992 Nomor: 044/O/1992 tentang Statuta Universitas Palangka Raya.

Bentuk Lambang

A. Segi Lima dengan dasar hijau

B. Lingkaran dengan warna kuning emas bertuliskan “UNIVERSITAS PALANGKA RAYA”

Isi Lambang

Dalam lingkaran terdapat lima unsur lambang:

A. Burung Tingang (Enggang)

B. Perisai/Talawang

C. Mandau

D. Sumpitan

E. Gong

Warna

Ada 5 (lima) warna yang digunakan:

A. hitam

B. Putih

C. Merah

D. Kuning emas

E. Hijau

Arti Unsur Lambang dan Unsur Warna

A. Segi Lima adalah ideologi Pancasila

B. Lingkaran adalah kesatuan, kebulatan ilmu pengetahuan

C. Burung Tingang (Enggang) adalah pencarian/penelitian ilmu dalam kebebasan, kedekatan dengan alam dan lingkungan.

D. Perisai/Talawang adalah pertahanan, mempertahankan dan memelihara.

E. Mandau adalah senjata tradisional Suku Dayak, yang mengandung arti tradisi, keterampilan, kemahiran, ketepatan, dan disiplin.

F. Sumpitan adalah senjata tradisional Suku Dayak, yang mengandung arti tradisi, keterampilan, kemahiran, ketepatan, dan disiplin.

G. Gong adalah kekayaan, kejayaan, kemegahan, dan penyebaran ilmu pengetahuan

H. Warna hitam adalah ketabahan, yang belum diketahui.

I. Warna putih adalah kemurnian, objektivitas.

J. Warna kuning emas adalah kejayaan, kemegahan dan kesejahteraan.

K. Warna merah adalah keberanian, vitalitas dan keuletan.

L. Warna hijau adalah kesegaran, pertumbuhan, kemakmuran dan keakraban dengan alam.

M. Mandau dan Sumpitan bersilang membentuk angka Romawi X menunjukkan tanggal 10, yaitu tanggal SK Pendirian Unpar.

N. Bulu sayap burung enggang sebanyak 11 helai menunjukkan bulan 11, yaitu bulan berdirinya Unpar.

O. Bulu ekor sebanyak 6 helai dan bulu leher sebanyak 3 helai, membentuk angka 63, yaitu menunjukkan tahun berdirinya Unpar.

Visi dan Misi Universitas Palangka Raya

VISI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Menjadi perguruan tinggi terkemuka yang menghasilkan sumber daya manusia bermutu, bermoral Pancasila, berdaya saing, dan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan penekanan pada daerah rawa gambut tropika serta daerah aliran sungai dan lingkungannya untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional yang berkelanjutan

MISI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

· Menyelenggarakan pendidikan akademik dan professional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang produktif, berkelanjutan, dan bermoral Pancasila;

· Menyelenggarakan penelitian dan pengebdian kepada masyarakat yang mengacu kepada pola ilmiah pokok bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat;

· Membina kehidupan akademik yang demokratis dan dinamis sesuai dengan kode etik universitas berdasarkan paradigm baru manajemen pendidikan tinggi yang berazaskan otonomi, evaluasi, akuntabilitas, dan akreditasi yang bermuara pada peningkatan kualitas berkelanjutan.

Rencana Strategis Universitas Palangka Raya

Universitas Palangka Raya (Unpar) adalah kampus terbesar di Kalimantan Tengah yang modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. Unpar saat ini terus menerus selalu berusaha menjadi salah satu universitas atau institusi akademik terkemuka di dunia. Sebagai universitas terkemuka, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. Sementara itu, Unpar juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

Unpar berdiri pada tahun 1963 dan merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Kalimantan Tengah. Telah menghasilkan lebih dari … alumni, Unpar secara berkesinambungan melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. Bagaimanapun Unpar tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional.

Unpar secara aktif mengembangkan kerja sama dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia. Beberapa universitas terkemuka yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan Unpar diantaranya adalah: Hokkaido University, Toyohashi University, Monash University, dan La Throbe University.

Struktur Universitas Palangka Raya

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 112/O/2003 tanggal 31 Juli 2003 tentang Statuta Unpar, maka susunan organisasi Unpar terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

1. Dewan Penyantun

2. Unsur Pimpinan: Rektor dan Pembantu Rektor

3. Unsur Tenaga Pengajar: Dosen

4. Senat Universitas

5. Unsur Pelaksana Akademik: Jurusan, Laboratorium/Studio, Kelompok Dosen, Fakultas, Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat

6. Unsur Pelaksana Administrasi: Biro

7. Unsur Penunjang:

· Perpustakaan;

· Laboratorium;

· Bengkel;

· Kebun Percobaan;

· Hutan Pendidikan;

· Stasiun Percobaan;

· CIMTROP;

· Pusat Komputer;

· Pusat Pelatihan Bahasa.
Read More...